Pelita Jaya kehilangan dua poin dalam laga kandang melawan tim papan atas Persijap Jepara di Stadion si Jalak Harupat, Sabtu (21/2) petang. Skor 1-1 (1-0) ini semakin menyulitkan Pelita Jaya untuk merangkak ke papan atas klasemen.
Di babak pertama, Pelita Jaya lebih menguasai pertandingan. Meski minim pendukung, Pelita Jaya lebih banyak menguasai bola dan mendapatkan beberapa peluang. Peluang pertama diciptakan oleh Gendut Doni C di menit ke-16 ketika mendapat bola dari sisi kiri gawang Persijap. Namun, tendangan Doni masih terl alu lemah untuk menghasilkan gol bagi Pelita Jaya.
Doni kembali gagal mengeksekusi peluang ketika di menit ke-22 ia kurang sigap memanfaatkan umpan Supardi dari sisi gawang Persijap. Gagal menyarangkan gol, Pelita Jaya terus membangun serangan. Gelandang M Ridwan cukup rajin menyusur sisi kanan lapangan untuk menciptakan peluang. Sementara, pemain bek Erol Iba tidak segan untuk menggiring bola hingga daerah pertahanan lawan.
Namun, serangan Pelita Jaya yang cukup gencar belum berhasil mengubah kedudukan. Bahkan, di menit ke-39 Gendut Doni yang terlanggar pemain lawan terpaksa ditarik keluar lapang dan digantikan Rudi Widodo.
Kebuntuan Pelita Jaya baru pecah ketika terjadi perebutan bola di daerah pinalti Persijap. Tendangan M Ridwan dari kiri gawang ber hasil diterima oleh Rudi Widodo. Oleh Rudi, bola diteruskan kepada Basri Badussalam yang kemudian berhasil menjebol gawang Persijap tepat pada menit ke-43. Ekspresi kegembiraan Pelita Jaya atas gol tersebut membuahkan kartu kuning bagi Basri. Kedudukan tidak berubah hingga turun minum.
Di awal babak kedua, kekuatan lini belakang Pelita Jaya berkurang setelah Eduardo Bizzaro ditarik keluar akibat cedera. Eduardo digantikan pemain muda Teuku Helza.
Berkebalikan dengan babak pertama, di babak kedua ini Pelita Jaya justru lebih banyak berjuang menahan gempuran lawan. Dengan formasi yang tidak banyak berubah, Persijap mampu menciptakan beberapa peluang membahayakan.
Persijap berhasil menyamakan kedudukan di menit ke-74 melalui tendangan silang Amarildo Souza yang memanfaatkan umpan datar Pablo Frances dari kiri gawang Pelita Jaya. Gol Persijap langsung disambut gempita oleh ratusan pendukung yang sengaja datang dari Jepara.
Skor imbang menyuntikkan motivasi baru pada "Laskar Kalinyamat". Mereka semakin gencar menyerang Pelita Jaya untuk memburu poin tiga. Beruntung, dengan motivasi sedikit buyar, Pelita Jaya mampu mengamankan gawang dari serangan lawan. Kedudukan imbang bertahan hingga wasit meniup peluit panjang tanda pertandingan berakhir.
Pelatih Pelita Jaya Fandi Ahmad mengaku kecewa dengan hasil seri ini. Dengan akumulasi 30, Pelita Jaya tetap tertahan di peringkat sembilan dan bersaing ketat dengan PSM Makassar.
"Kami semakin sulit untuk naik ke papan atas klasemen. Di babak kedua, pemain tampil terlalu santai," kata Fandi yang mengakui, timnya sulit tampil optimal akibat kekurangan pemain.
"Hingga sekarang, kami belum juga mendapatkan stopper untuk memperkuat lini belakang. Sementara, James Koko Lomell yang sudah bergabung belum bisa bermain karena proses administrasi belum selesai," tambah pelatih asal Singapura itu.
Kubu lawan Persijap tidak terlalu kecewa dengan satu poin ini. "Anak-anak sudah tampil sesuai strategi dan bisa berkomunikasi dengan baik. Apalagi, pemain inti seperti Pablo Frances belum bisa dipaksa bermain 90 menit penuh," kata pelatih Persijap Djunaidi.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar