Senin, 16 Maret 2020

Gambar Berbicara





Berawal dari wujud apresiasi terhadap budaya tradisional dan rasa hormat kepada leluhur, oleh para pemuda TAHUNAN JEPARA kemudian bersepakat bulat menyatukan diri dalam naungan sebuah organisasi kepemudaan yang bernama TREGEST (TRengginas, GESit dan Tangkas).

Dalam wadah organisasi inilah kemudian para pemuda mengembangkan segala potensi dan kreativitas yang dimilikinya, sehingga mampu bersaing dalam menghadapi dinamika zaman.

TregesT - Tahunan - Jepara


Desa Tahunan merupakan salah satu Sentra Industri Meubel/Seni Ukir/Furniture terbesar di Kabupaten Jepara, itu di tunjukkan oleh banyaknya pengrajin dan pengusaha ukir dari mulai yang kecil sampai pengusaha besar. Selain itu, Desa Tahunan juga terdapat kawasan perdagangan yang terletak sepanjang Jl. Sukarno-Hatta – Arah yang merupakan jalan utama ke kota Jepara.

Tahunan merupakan sebuah desa yang terletak di belahan utara kecamatan Tahunan yang berbatasan sebelah barat dengan kecamatan kota Jepara, sebelah utara bertatasan dengan kecamatan Mlonggo dan sebelah timur berbatasan dengan kecamatan Pecangaan. Menurut kisah cerita yang disampaikan oleh beberapa sesepuh desa Tahunan bahwa desa Tahunan sudah ada sejak zaman belanda yang pada waktu itu sistem pemerintahannya masih menganut model sistem kerajaan. Hal itu dapat dibuktikan dari sejarah bahwa wilayah Tahunan pada waktu itu dipimpin oleh seorang Demang yang bernama Demang TOSARI, yang bertempat di dusun Nanggungan.

Nama TAHUNAN sendiri adalah sebuah nama yang di ambil dan berasal dari nama seorang tokoh masyarakat yang sangat berpengaruh dan disegani masyarakat pada zaman itu, yang bernama Mbah Tahun. ada beberapa versi, salah satunya versi lain mengenai asal usul nama Tahunan, pada zaman kerajaan majapahit, seorang ahli senjata (disebut Empu) bernama jawa Empu Supo Maduangin (Raden Tumenggung Taruno Wojoyo) yang pada waktu itu beliau diutus oleh raja Demak untuk membuat pusaka. Beliau berkelana untuk mencari tempat yang dianggap sesuai serta tempat yang ada bahan yang tepat untuk membuat pusaka raja. Dari tempat satu ke tempat lainnya, sampailah beliau di hutan dan bersemedi/bertapa dan membuat pusaka dalam waktu yang lama bertahun lamanya di dalam hutan, beliau tersadar dan berkata WES TAHUNAN YO RASANE” yang artinya tidak terasa waktu sudah lama berlalu (baca: sudah bertahun-tahun).
Dari perkataan Sang Empu itulah nama desa Tahunan diambil dan dikenal oleh masyarakat, saudagar, atau pedagang pada masa itu sampai sekarang. Terbawa lajunya waktu dan perkembangan, yang semula penduduk masih sedikit dan mengelompok, berangsur-angsur mulai tertata baik dalam bidang pemerintahan dan perkembangan. Sehingga terbentuklah sebuah desa yang luas dan berpenduduk yang banyak. Beberapa pusaka karya empu Supo dianggap sebagai hasil mahakarya dan kebanggaan kerajaan Demak, namun ada salah satu pusaka jenis keris yang saat itu masih tertinggal di tempat pembuatannya yaitu pusaka "trakh Gus" yang dari nama tersebut saat ini diabadikan menjadi nama sebuah perkumpulan anak muda di desa Tahuanan dengan nama bina-muda "TREGEST".     (waallahu a'lam)

Sumber: Petinggi Desa Tahunan Jepara dan beberapa sumber.

Senin, 05 November 2012

7 ARSITEKTURE KUNO MENAKJUBKAN

Bangga akan apa yang kita capai dalam kemajuan IPTEK. Mungkin kita mengira bahwa pembangkit listrik tenaga surya, angin, dan lainnya merupakan teknologi canggih yang ditemukan oleh para ilmuwan di zaman modern ini. Tetapi, kita pasti tidak mengira bahwa desain teknologi yang mirip sudah lebih dulu diciptakan oleh peradaban zaman dahulu.
1. Desain Kincir Angin
Kincir angin Persia kuno merupakan salah satu kincir angin tertua yang pernah dibuat oleh manusia. Kincir angin ini dibuat oleh peradaban Persia sekitar 3000 tahun yang lalu. Kincir angin ini digunakan untuk menggiling gandum dan memompa air.

Tanaman alang – alang diikat menjadi satu sehingga terbentuk bantalan yang diletakkan di sumbu pusat. Kincir angin ini dibuat dengan hati – hati, karena hampir setiap bagian dibuat dengan tangan.
Walaupun mekanismenya sederhana, tetapi kincir angin ini telah dikenal oleh seluruh peradaban lainnya pada masa itu, dan beberapa negara masih menggunakan mekanisme seperti ini hingga di era modern ini. Bisa dibilang, kincir angin kuno ini merupakan cikal bakal kincir angin modern yang digunakan sebagai pembangkit listrik tenaga angin.
2. Menara Angin Persia
Masih dari peradaban Persia kuno, menara angin atau wind tower ini digunakan oleh masyarakat Persia untuk sistem ventilasi udara di rumah – rumah mereka. Sistem ventilasi mereka jauh lebih rumit dari sistem ventilasi yang ada di rumah kita.

Sistem ventilasi yang mereka kembangkan sejak 2.000 tahun yang lalu ini mungkin hanya bisa disaingi oleh sistem ventilasi dengan teknologi modern. Prinsipnya adalah dengan menggunakan kombinasi perbedaan tekanan udara, dan penyesuaian iklim lingkungan di daerah Persia.
3. Saluran Air Grafitasi Romawi

Bangsa Romawi kuno juga mengembangkan suatu saluran air yang memanfaatkan gravitasi bumi untuk mengalirkan air ke seluruh wilayah Romawi. Selain digunakan untuk mengalirkan air, saluran air gravitasi ini juga digunakan dalam berbagai kegiatan masyarakatnya, diantaranya untuk roda air, hidrolik penghancur bijih besi, dan lain – lain.
4. Saluran Bawah Tanah

Karena Yerussalem terletak di dataran tinggi dan jauh dari sumber air, maka kota ini memenuhi kebutuhan air dari sungai bawah tanah. Masyarakatnya telah mengembangkan suatu saluran air bawah tanah yang masih bisa digunakan hingga saat ini, meski telah berumur puluhan ribu tahun.
5. Pemanfaatan Energi Geothermal

Peradaban Romawi kuno telah memanfaatkan energi panas bumi untuk memenuhi kebutuhan energinya. Energi panas bumi berasal dari gunung berapi Vesuvius, yang kemudian memanaskan air di sekitar wilayah tersebut.
Panas yang dihasilkan tadi kemudian digunakan untuk berbagai hal, seperti untuk pemandian air panas, hidrolik, kebutuhan medis, dan lainnya. Jika listrik telah ditemukan pada masa itu, mungkin sumber energi ini bisa dimanfaatkan lebih luas lagi.
6. Pemanfaatan Energi Surya
Pemanfaatan energi surya telah ditemukan oleh peradaban Yunani kuno. Jika kita menggunakan sel surya sebagai pembangkit tenaga listrik, maka peradaban Yunani kuno menggunakannya sebagai cadangan panas selama musim dingin berlangsung.

Konsepnya begitu sederhana, mereka membuat bangunan yang menghadap ke arah matahari, dan seluruh bangunan didesain seperti itu untuk menangkap sinar matahari sebanyak – banyaknya di siang hari karena sinar matahari lebih rendah dari atap mereka.
Ketika di malam hari, seluruh Peradaban Romawi selangkah lebih maju dengan menambahkan kaca untuk menyerap panas matahari dengan maksimal. Ternyata pemanfaatan tenaga surya itu sudah ada sejak lama ya.
7. Istana Tebing (Cliff Palace)

Tempat yang disebut dengan Istana Tebing ini terletak di Mesa Verde National Park, Colorado. Bangunan unik ini dibangun oleh masyarakat Amerika Utara pada zaman dahulu. Desain konstruksi yang unik ini memiliki tujuan sebagai pendinginan dari sengatan matahari yang panas pada masa itu.
Kita tidak bisa meremehkan begitu saja bangunan – bangunan zaman dahulu. Terkadang, dengan teknologi modern sekalipun, belum tentu dapat menghasilkan bangunan serupa dengan fungsi yang sama pula. Arsitektur zaman kuno memang luar biasa, menandakan bahwa pencapaian ilmu pengetahuan pada masa itu tergolong maju.
--MAJU KARENA AKAL--

Selasa, 01 Mei 2012

Aneh dan Unik tetapi Nyata

Foto-Foto Unik dan aneh di dunia, namun tetap menarik untuk dilihat, minimal bisa bikin kita tersenyum sejenak n ngilangin stress. disetiap negara mempunyai keunikan tersendiri seperti gambar unik aneh menarik di bawah ini. semoga pengunjung terhibur dengan adanya foto atau gambar unik aneh menarik ini.