Desa Tahunan merupakan salah satu Sentra Industri Meubel/Seni Ukir/Furniture terbesar di Kabupaten Jepara, itu di tunjukkan oleh banyaknya pengrajin dan pengusaha ukir dari mulai yang kecil sampai pengusaha besar. Selain itu, Desa Tahunan juga terdapat kawasan perdagangan yang terletak sepanjang Jl. Sukarno-Hatta – Arah yang merupakan jalan utama ke kota Jepara.
Tahunan merupakan sebuah desa yang terletak di belahan utara kecamatan Tahunan yang berbatasan sebelah barat dengan kecamatan kota Jepara, sebelah utara bertatasan dengan kecamatan Mlonggo dan sebelah timur berbatasan dengan kecamatan Pecangaan. Menurut kisah cerita yang disampaikan oleh beberapa sesepuh desa Tahunan bahwa desa Tahunan sudah ada sejak zaman belanda yang pada waktu itu sistem pemerintahannya masih menganut model sistem kerajaan. Hal itu dapat dibuktikan dari sejarah bahwa wilayah Tahunan pada waktu itu dipimpin oleh seorang Demang yang bernama Demang TOSARI, yang bertempat di dusun Nanggungan.
Nama TAHUNAN sendiri adalah sebuah nama yang di ambil dan berasal dari nama seorang tokoh masyarakat yang sangat berpengaruh dan disegani masyarakat pada zaman itu, yang bernama Mbah Tahun. ada beberapa versi, salah satunya versi lain mengenai asal usul nama Tahunan, pada zaman kerajaan majapahit, seorang ahli senjata (disebut Empu) bernama jawa Empu Supo Maduangin (Raden Tumenggung Taruno Wojoyo) yang pada waktu itu beliau diutus oleh raja Demak untuk membuat pusaka. Beliau berkelana untuk mencari tempat yang dianggap sesuai serta tempat yang ada bahan yang tepat untuk membuat pusaka raja. Dari tempat satu ke tempat lainnya, sampailah beliau di hutan dan bersemedi/bertapa dan membuat pusaka dalam waktu yang lama bertahun lamanya di dalam hutan, beliau tersadar dan berkata “WES TAHUNAN YO RASANE” yang artinya tidak terasa waktu sudah lama berlalu (baca: sudah bertahun-tahun).
Dari perkataan Sang Empu itulah nama desa Tahunan diambil dan dikenal oleh masyarakat, saudagar, atau pedagang pada masa itu sampai sekarang. Terbawa lajunya waktu dan perkembangan, yang semula penduduk masih sedikit dan mengelompok, berangsur-angsur mulai tertata baik dalam bidang pemerintahan dan perkembangan. Sehingga terbentuklah sebuah desa yang luas dan berpenduduk yang banyak. Beberapa pusaka karya empu Supo dianggap sebagai hasil mahakarya dan kebanggaan kerajaan Demak, namun ada salah satu pusaka jenis keris yang saat itu masih tertinggal di tempat pembuatannya yaitu pusaka "trakh Gus" yang dari nama tersebut saat ini diabadikan menjadi nama sebuah perkumpulan anak muda di desa Tahuanan dengan nama bina-muda "TREGEST". (waallahu a'lam)
Sumber: Petinggi Desa Tahunan Jepara dan beberapa sumber.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar