
JEPARA - Karakter khas atau branding Jepara yang selayaknya menjadi milik dan dikembangkan Jepara sendiri, mulai dikuasai pihak asing. Setidaknya itu terpantau, jika branding dimaksud berupa strategi pemasaran lewat dunia teknologi informasi. Branding berupa website yang sudah dikuasai asing itu sebagian terang-terangan menyebut Jepara dan sebagian lagi menggunakan identitas-identitas yang sebenarnya layak disandang Jepara.
Hal itu terungkap dalam Workshop ”Strategi Membangun City Branding, Jepara: The World Carving Center (Jepara: Pusat Kerajinan Dunia)” di Ruang Rapat I Setda, Rabu (17/12). Penguasaan pihak asing tersebut atas beberapa website ”beraroma” Jepara.
Dalam penelusurannya, www.jepara.com yang muncul sejak 1997 hingga sekarang sudah berpindah tangan tiga kali, yaitu dari spekulan Amerika Serikat, lalu berpindah tangan orang dari Jakarta, terakhir ini kembali warga AS. Spekulan AS yang memanfaatkan domain Jepara juga menguasai www.karimunjawa.com. Beberapa website yang setidaknya bisa dimiliki Jepara untuk direbut justri singgah di tangan China, yaitu www.carvingcity.com serta www.furniturecity.com. (H15-69)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar